Piero Taramasso Bantah Tudingan Honda Masalah Performa Ban Michelin

oleh -176 Dilihat
Piero Taramasso

StoryOto.com – Seperti diketahui, Honda mengkritik Michelin sebagai pemasok ban di MotoGP. Di MotoGP Mandalika, Honda mengomentari performa ban Michelin yang kurang memuaskan di aspal Mandalika. Menanggapi kritikan tersebut, Piero Taramasso selaku Manager Michelin mengungkapkan bahwa ban bukanlah penyebab utama rendahnya performa grip ban di Sirkuit Mandalika.

Dia menjelaskan, ada beberapa aspek penting untuk mencapai daya cengkeram ban yang maksimal di aspal. Tidak hanya pada ban, tim dan pabrikan harus bekerja keras pada elektronik, suspensi, dan pembalap dengan gaya balap mereka. Setelah itu, ia membuktikan bahwa ada pembalap lain yang tidak memiliki masalah ban di Sirkuit Mandalika dan mampu meraih hasil maksimal dengan pengaturan yang benar untuk ban dan sektor yang berbeda.

Michelin

“Logikanya ketika karakteristik ban berubah dan untuk mencapai performa yang sama, kamu harus bekerja pada motor, seperti suspensi, elektronik, dan penyetelan gaya balap pembalap. Bukan hanya ban, ada banyak elemen yang membuat performa bagus. Sayangnya, saat ini tidak ada ban yang dapat kamu pakai dan tampil menonjol tanpa menyentuh apa pun dalam hal pengaturan. Banyak orang berpikir seperti itu, tapi sayangnya tidak. Kamu harus bekerja keras untuk mencapai performa mesin yang maksimal. Piero Taramasso, Manager Michelin, mengatakan, “Buktinya mereka yang melakukannya telah melakukannya dengan baik.

Baca Juga: Alberto Puig Mengatakan, Penyebab Crash Marc Marquez Adalah Michelin

Selain Menanggapi kritik Honda, Taramasso juga memberikan solusi agar ban bisa tampil lebih baik ke depannya. Dia mengatakan salah satu solusi yang mungkin adalah mengubah pola casing. Sebab, menurut dia, mengganti kompon ban saja tidak akan cukup untuk menurunkan suhu hingga 15-20 derajat. Selain itu, Taramasso mengatakan casing yang digunakan saat ini digunakan pada tahun 2017 dan 2018.

Michelin

“Satu-satunya solusi yang mungkin adalah mengubah gaya casing, karena mengubah kompon tidak akan cukup untuk menurunkan suhu sebanyak 15 hingga 20 derajat. Jadi kami memperkenalkan casing jenis ini pada suhu tinggi, dan mengonfirmasi senyawa yang sama dengan pembalap digunakan dalam tes. Casingnya sudah digunakan pada 2017 dan 2018, jadi fiturnya sudah diketahui tim”. Ungkap Piero Taramasso.

Baca Juga: Fabio Quartararo: Traksi Aspal Sirkuit Mandalika Saat Hujan Mengejutkan