Diprediksi BMKG Sirkuit Mandalika Akan Diterjang Hujan Pada Hari Jum’at

oleh -154 Dilihat
Cuaca Hujan Sirkuit Mandalika

StoryOto.com – Mandalika Grand Prix Association yang juga dikenal dengan MGPA telah menyatakan bahwa Sirkuit Mandalika siap menjadi tuan rumah MotoGP Indonesia 2022. Semua sesi balapan akan dimulai pada 18-20 Maret akhir pekan ini. Dengan begitu, semua pihak terkait berharap balapan bisa terus berlanjut tanpa kendala sehingga kejadian naas yang dialami pembalap MotoGP yang mengkritisi aspal di lintasan Mandalika pada tes pramusim lalu. Apalagi cuaca hujan disertai petir diperkirakan akan melanda Mandalika pada hari Jumat.

Baca Juga: Jadwal MotoGP 2022 Dan Waktu Tayang Terlengkap Seri Terbaru

Selain Itu, MGPA juga memastikan trek Mandalika siap digunakan dalam kondisi cerah (lintasan kering) dan cuaca hujan (lintasan basah). Berawal dari event WSBK, Mandalika sempat digenangi air saat hujan deras mengguyur seluruh area sirkuit. Namun, kali ini pihak MGPA memastikan hal tersebut tidak terjadi mengingat sistem drainase sudah diperbaiki agar trek tidak banjir meski hujan. Dari segi cuaca, Dorna Sports selaku penyelenggara MotoGP tidak mempermasalahkan hal itu.

Sirkuit Mandalika

Sementara itu, mengacu pada prediksi yang dibuat oleh BMKG, mereka memperkirakan badai petir akan melanda Sirkuit Mandalika beberapa jam sebelum dimulainya latihan bebas (FP1). Sesi FP1 akan berlangsung pada hari Jumat dan mulai pukul 10.05 WITA hingga 11,35 WITA. Sedangkan badai petir diperkirakan akan turun pada pukul 08.00 WIB. Meski demikian, Priandhi Satria selaku Direktur Utama MGPA berharap sesi latihan bebas pertama berlangsung dalam kondisi cuaca cerah agar FP1 bisa disaksikan lebih semarak.

“Kami Dan Dorna tidak peduli dengan cuaca. Bebas saja, dan berharap cuaca saat balapan cerah agar kecepatan pembalap bisa maksimal, dan pembalap lebih mudah menyalip jika cuaca cerah. Jika lintasan basah, balapan akan tetap seru. Jadi lintasan basah dan kering sama-sama seru. Balapan di trek kering dan basah sebenarnya sama-sama seru. Mungkin perbedaannya hanya pada kecepatan pengendaranya. Ada pengendara yang bagus di jalan kering, tetapi ketika mereka menghadapi jalan basah, mereka belum tentu sebaik itu. “Kalau boleh memilih, saya ingin setengah balapan menjadi balapan kering dan sisanya balapan basah”. kata Priandhi Satria selaku Direktur Utama MGPA.

Baca Juga: Sirkuit MotoGP Terbaik, Terfavorit, Dan Terunik Didunia Sepanjang Masa