Asuransi Mobil All Risk Terbaik: Cek Biaya Dan Cara Klaimnya

oleh
Asuransi mobil all risk terbaik
Ilustrasi asuransi mobil all risk

StoryOto.com – Asuransi mobil all risk (comprehensive) adalah jenis asuransi mobil yang menanggung segala jenis kerusakan, mulai dari goresan, penyok hingga kehilangan akibat pencurian. Jadi berbeda dengan manfaat asuransi mobil TLO yang hanya menanggung kerusakan total saja.

Apa Itu Asuransi Mobil All Risk?

Asuransi mobil all risk artinya adalah produk asuransi yang memberikan ganti rugi jika mobil nasabah mengalami kerusakan ringan hingga berat. Selain itu, asuransi ini juga menanggung resiko kerugian akibat pencurian. Karena memberikan perlindungan yang komprehensif, asuransi all risk menjadi salah satu jenis produk yang sangat populer di Indonesia.

Apa Perbedaan Asuransi All Risk dan TLO?

Masih banyak yang kesulitan membedakan antara asuransi mobil all risk dengan asuransi mobil TLO. Agar lebih mudah membedakan pengertian jenis asuransi all risk dan TLO, sahabat bisa melihat tabel dibawah ini.

Perbedaan asuransi mobil All Risk dan TLO

Kelebihan Asuransi Mobil All Risk

Dari segi premi, asuransi mobil TLO memang lebih murah dibandingkan all risk. Ini karena manfaat pertanggungan asuransi mobil all risk lebih lengkap. Selain itu, masih banyak manfaat lain yang bisa di dapatkan seperti:

1. Pertanggungan Polis Lengkap

Asuransi mobil all-risk menanggung semua jenis kerusakan akibat kecelakaan. Mulai dari kerusakan ringan seperti penyok, baret, cat terkelupas, kerusakan bumper hingga kerusakan total atau mobil tidak bisa digunakan sama sekali.

2. Perbaikan Mobil Dibengkel Ditanggung

Berbeda dengan asuransi mobil TLO yang hanya memberikan ganti rugi kerusakan total saja, untuk jenis asuransi mobil all risk akan mengganti biaya perbaikan di bengkel. Jadi jangan khawatir jika ingin melakukan perbaikan untuk kerusakan ringan, seperti goresan mobil atau penyok karena menabrak trotoar, karena biayanya akan ditanggung oleh perusahaan asuransi.

3. Premi Sebanding Dengan Biaya Pertanggungan

Asuransi mobil berfungsi sebagai solusi finansial jika mobil kesayangan sahabat mengalami kerusakan. Jangan karena hanya tertarik dengan harga murah tetapi polis tidak dapat menanggung biaya perbaikan di bengkel. Dan alhasil nasabah harus kembali menggunakan dana pribadi untuk menutupi biaya perbaikan. Oleh karena itu sahabat sebaiknya memilih asuransi mobil all risk. Meski premi lebih mahal, namun polisnya menanggung biaya perbaikan di bengkel untuk segala jenis kerusakan pada kendaraan kesayangan.

Biaya Asuransi Mobil All Risk Berapa?

OJK telah menetapkan tarif minimum dan maksimum untuk klaim asuransi mobil all risk yaitu sebesar Rp300.000 untuk setiap kejadian.

Premi Asuransi Mobil All Risk

Besaran premi asuransi mobil all risk (comprehensive) mengacu pada ketentuan OJK Nomor 6/SEOJK.05/2017 Tentang Penetapan Premi atau Kontribusi Pada Lini Usaha Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor Tahun 2017.

Di bawah ini adalah besaran biaya yang ditentukan berdasarkan wilayah domisili, harga dan jenis kendaraannya.

Premi asuransi mobil all risk

Cara Perhitungan Asuransi Mobil All Risk

Dari tabel di atas, sahabat dapat menghitung besaran premi yang harus dibayar. Misalnya, mobil Agya seharga Rp150 juta dan berplat B (Jakarta), maka kategori preminya adalah wilayah II dan kategori 2. Berikut adalah simulasi untuk menghitung biayanya setiap tahun:

Cara perhitungan asuransi mobil all risk

Dari perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa biaya premi yang perlu dikeluarkan selama setahun adalah Rp3.705.000 per tahun. Namun jika premi tersebut dibagi 12 bulan, maka besaran premi yang dibayarkan selama sebulan adalah sekitar Rp300 ribu.

Sebagai contoh lain, sebuah Toyota Fortuner berharga Rp490 juta dan memiliki plat BB (Sumatera Utara), maka kategori preminya pertama adalah wilayah I dan kategori 4. Berikut adalah simulasi perhitungan premi yang harus dibayar setiap tahunnya:

Premi

Dari perhitungan di atas diketahui bahwa premi yang akan dikeluarkan setiap tahun adalah Rp5.880.000. Namun, jika preminya dibagi 12 bulan, maka biaya yang harus dikeluarkan untuk sebulan adalah sekitar Rp400.000. Perlu diingat bahwa jumlah premi belum termasuk biaya administrasi, biaya polis, dll.

Cara Klaim Asuransi Mobil All Risk

Mengetahui cara mengklaim pada awalnya sangatlah penting, agar tidak repot-repot ketika benar-benar membutuhkannya. Berikut adalah langkah-langkah untuk mengajukan klaim.

Klaim Kerugian

Tata cara pengajuan klaim kerugian sebagian:

  • Foto bagian yang rusak. Hal pertama yang perlu dilakukan saat mengajukan klaim adalah mendokumentasikan bagian kendaraan yang rusak. Alasannya adalah bahwa perusahaan asuransi pasti akan membutuhkan dokumen-dokumen ini untuk mendukung klaim sahabat.
  • Laporkan ke penyedia asuransi. Segera beri tahu perusahaan asuransi bahwa sahabat akan mengajukan klaim, baik melalui telepon atau email.
  • Siapkan dokumen yang diperlukan. Perusahaan asuransi akan memberikan informasi mengenai dokumen yang diperlukan untuk melakukan klaim, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Surat Izin Mengemudi (SIM) dan lain-lain.
  • Kunjungi mitra bengkel. Selanjutnya beri tahu bengkel bahwa sahabat ingin memperbaiki mobil dengan asuransi.
  • Isi formulir klaim. Bengkel akan menyediakan formulir yang harus diisi sesuai dengan data yang disediakan dalam dokumen.
  • Menunggu kabar dari bengkel. Bengkel akan mengkonfirmasi klaim kepada penyedia asuransi dan segera memperbaiki kendaraan dalam waktu 2-3 hari. Bengkel akan memberi tahu sahabat jika sudah selesai.

Dokumen Klaim Kerugian Sebagian

  • Laporan kronologi kejadian
  • Fotokopi polis, sertifikat, dan laporan
  • Surat Izin Mengemudi (SIM) yang dimiliki pengemudi pada saat kejadian, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) tertanggung
  • Foto kerusakan dan perkiraan biaya perbaikan
  • Surat laporan Kepolisian setempat
  • Surat tuntutan pihak ketiga (jika kerugian terkait dengan pihak ketiga)
  • Dokumen lain yang terkait dengan pengajuan klaim

Klaim Kerugian Total

Berikut tata cara pengajuan klaim kerugian diatas 75 persen atau hilang karena pencurian:

  • Laporkan ke perusahaan asuransi. Segera laporkan kerugian sahabat, baik kerugian total maupun kerugian akibat tindakan kriminal Semakin cepat melaporkan semakin baik.
  • Siapkan dokumen. Siapkan dokumen yang diperlukan, seperti KTP, SIM, STNK, surat kehilangan (jika kehilangan akibat tindakan kriminal), dan kunci mobil.
  • Membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di kantor polisi. Segera pergi ke kantor polisi setempat untuk untuk membuat BAP. Perlu diingat bahwa pembuatan BAP maksimal 24 jam dari waktu kejadian.
  • Blokir STNK di Polda. Sahabat juga harus mengajukan pemblokiran STNK ke Kepolisian Daerah (Polda). Langkah ini penting dalam mengajukan klaim akibat pencurian.
  • Urus surat keterangan di Direktorat Reserse. Sahabat juga perlu mengurus surat di Direktorat Reserse Polda. Surat itu diperlukan untuk melengkapi dokumen yang disiapkan sebelumnya. Saat menulis surat ini, sahabat akan diminta untuk memiliki beberapa dokumen pendukung, seperti fotokopi KTP, fotokopi BPKB, fotokopi faktur pembelian kendaraan, fotokopi laporan kehilangan, fotokopi polis asuransi, BAP, dan surat asli Laporan Kemajuan (Lapju).
  • Ajukan semua dokumen ke perusahaan asuransi. Jika semua dokumen sudah lengkap, segera ajukan ke pihak asuransi.

Dokumen Klaim Kerugian Total

  • Laporan kronologi kejadian
  • Fotokopi Polis, sertifikat, dan laporan
  • Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKP), Faktur Pembelian, Formulir Kwitansi, dan surat penyerahan hak milik yang sudah ditandatangani
  • Buku kir khusus kendaraan wajib kir
  • Surat Keterangan dari Kepolisian Daerah
  • Surat pemblokiran STNK
  • SIM pengemudi pada saat kejadian
  • Foto kerusakan dan perkiraan biaya perbaikan
  • Surat laporan kepolisian setempat
  • Surat tuntutan pihak ketiga jika ada kerugian yang terkait dengan pihak ketiga
  • Dokumen pendukung lain yang terkait dengan pengajuan klaim