8 Komponen Kaki-kaki Mobil Dan Cara Cek Kondisinya Agar Aman

oleh
Gambar komponen kaki-kaki mobil
Ilustrasi kaki-kaki mobil

StoryOto.com – Komponen kaki-kaki mobil sangat berperan penting dalam kenyamanan dan pengendalian kendaraan.

Sehingga kondisi setiap komponen kaki-kaki mobil harus wajib diperhatikan. Pemeriksaan secara mandiri sangat mungkin untuk dilakukan sebagai langkah awal dalam mendeteksi kerusakan.

Katakanlah sahabat sedang asyik mengemudi dengan mobil kesayangan. Namun tiba-tiba menemukan jalan yang permukaannya rusak.

Suka atau tidak suka sahabat harus melaluinya. Kemudian sahabat mendengar suara berderak muncul dari bagian bawah kendaraan dan menimbulkan pertanyaan, kenapa kaki-kaki mobil berisik?

Secara umum, suara tersebut seperti ada bagian yang obrak di area sekitar roda.

Kondisi ini merupakan tanda bahwa sudah saatnya untuk memeriksa komponen kaki-kaki mobil.

Contoh lainnya adalah ketika kestabilan mobil mulai menurun terutama pada kecepatan tinggi.

Dalam menghadapi kondisi seperti itu, biasanya hal pertama yang dipikirkan pemilik adalah melakukan spooring.

Hal tersebut ada benarnya karena spooring akan mengatur sudut roda agar menjadi lurus kembali. Namun upaya spooring sebenarnya tidak ada gunanya jika kondisi kaki-kaki mobil sudah berantakan.

Apa Itu Komponen Kaki-kaki Mobil

Pertanyaan ini mungkin akan muncul di pikiran orang awam ketika pertama kali mendengarnya.

Istilah kaki-kaki mobil mengacu pada serangkaian komponen yang terdapat pada bagian bawah kendaraan terutama yang berhubungan pada roda.

Kemudian kaki-kaki mobil terdiri dari apa saja? Yaitu meliputi shockbreakerr, rack steer, tie rod, ball joint, laher roda, Bushing dan lainnya.

Kaki-kaki mobil memang terdiri dari banyak komponen. Namun bagi sahabat yang masih baru jangan khawatir, karena pada review kali ini kami akan membahasnya satu per satu.

Serta cara melakukan pemeriksaan sendiri sebagai langkah awal untuk mendeteksi adanya kerusakan.

1. Support Shockbreaker

Karet support shockbreaker

Pemeriksaan komponen kaki-kaki mobil dapat dimulai dari area kap mesin untuk mengecek support shockbreaker.

Komponen tersebut berfungsi sebagai bantalan bagi shockbreaker pada bodi mobil. Bentuknya semacam karet bulat dan memiliki bearing alias laher di dalamnya.

Baca Juga: Daftar Harga Aki Mobil Terbaru Dan Cara Penggunaan Yang Benar

Pemeriksaan kondisi dapat dimulai dengan memperhatikan visualnya. Jika bantalan support shockbreaker sudah rapuh dan retak artinya “diminta” untuk menggantinya.

Cara lain, putar setir kemudi ke kiri dan ke kanan. Support shockbreaker yang telah rusak akan mengeluarkan bunyi. Bunyi tersebut disebabkan oleh kondisi bantalan yang sudah aus.

2. Shockbreaker

Shockbreaker

Setelah itu pemeriksaan komponen kaki-kaki mobil dapat dilanjutkan dengan mengecek shockbreaker. Sangat mudah untuk menemukan poisisi komponen ini karena akan terlihat tepat di belakang roda.

Pemeriksaan kondisi tersebut dapat dilakukan dengan melihat apakah ada kebocoran pada pelumasnya.

Sahabat dapat melakukannya dengan mencoba mengangkat boot rubber atau penutup karet dibalik per shockbreaker.

Jika melihat adanya kebocoran atau rembesan oli itu berarti perbaikan harus segera dilakukan.

Sedangkan untuk menguji performa shockbreaker dapat dilakukan dengan cara mengayunkan roda. Shockbreaker yang masih bagus memiliki ayunan yang minim, misalnya hanya satu gerakan naik turun.

Sebaliknya jika ayunan terjadi beberapa kali, berarti shockbreaker sudah lemah.

Sayangnya tes ini lebih mudah jika mobil diangkat lebih dulu dengan car lift yang hanya dapat ditemukan di bengkel mobil.

3. Laher Roda

Laher Roda

Untuk laher roda pemeriksaan visual sangat sulit dilakukan karena posisinya tertutup oleh komponen lain.

Namun untungnya pemeriksan dari segi fungsionalitasnya cukup mudah. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mendongkrak roda yang ingin di cek.

Baca Juga: Cara Merawat Mobil Yang Baik Dan Benar Agar Awet Dalam Waktu Lama

Setelah roda terangkat, coba putar ke arah belakang. Pada saat yang sama, pegang shockbreaker yang berada di belakangnya.

Laher yang sudah rusak dapat dideteksi oleh adanya getaran kasar pada shockbreaker saat memutar roda.

4. Tie Rod, Rack End, Rack Streering

Tie Rod, Rack End, Rack Streering

Penjelasan mengenai ketiga komponen ini sengaja disusun menjadi satu karena semuanya berada dalam satu rangkaian.

Pada foto di atas, keberadaan tie rod, rack end, dan rack steering dapat dilihat pada besi berwarna silver yang melintang secara mendatar.

Ketiga komponen ini sangat berpengaruh terhadap handling mobil karena terhubung dengan roda kemudi di dalam kabin.

Oleh karena itu kondisinya cukup menentukan kestabilan berkendara.

Pengecekan kondisinya bisa dilakukan dengan cara mendongkrak roda depan terlebih dahulu. Kemudian goyangkan roda depan ke kanan dan ke kiri.

Gejala kerusakan biasanya ditandai dengan adanya oblak. Selain itu oblak sering ditemui pada “benjolan” rack steering, yang penempatannya berada dibalik karet boot.

5. Ball Joint

Ball Joint

Posisi ball joint dapat ditemukan di bawah tie rod, namun keduanya tidak berhubungan secara langsung.

Ball joint merupakan komponen yang menghubungkan roda ke sasis kendaraan atau tepatnya lower arm.

Sesuai dengan namanya, ball joint memiliki bentuk seperti bola, namun tidak akan terlihat dari luar karena tertutup dengan karet.

Untuk mengecek kondisinya, pertama perhatikan dulu karet hitam yang menutupinya. Seringkali karet mengalami sobek sehingga oli keluar dan kotoran masuk dan mengotori bola.

Baca Juga: Suara Mesin Mobil Berdengung, Ini Ternyata Penyebabnya

Selanjutnya periksa fungsinya dengan cara menggerakkan roda dengan tangan, mirip seperti memeriksa tie rod.

Bedanya, pengecekan dilakukan dengan menggerakkan roda ke atas dan ke bawah.

Agar lebih akurat, usahakan untuk mendongkrak mobil terlebih dahulu pada bagian lower arm.

6. Stabilizer dan Link Stabilizer

Stabilizer dan Link Stabilizer

Pada foto di atas, terlihat komponen link stabilizer berbentuk besi yang berdiri secara vertikal yang bagian atasnya menempel dengan shockbreaker.

Sedangkan stabilizer itu sendiri adalah besi yang menempel pada bagian bawah link stabilizer dengan posisi mendatar.

Pengecekan stabilizer dapat dilakukan dengan memberikan pukulan “halus” dengan tangan. Jika dirasa ada oblak, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Hal ini biasanya disebabkan karena karet bushing yang berbentuk seperti huruf “D” sudah mengalami cacat.

Kerusakan pada karet bushing merupakan salah satu sumber bunyi berisik pada kaki-kaki mobil.

Sementara itu, pengecekan terhadap link stabilizer dapat dilakukan dengan menggoyangkan nya dengan tangan secara langsung.

7. Lower Arm

Lower Arm

Lower arm pada dasarnya adalah komponen berbahan metal yang sangat kuat. Namun, lower arm memiliki dua buah karet bushing di depan dan belakang.

Karet-karet inilah yang sering mengalami penurunan kondisi seiring dengan usia pemakaian.

Untuk mengetahui kondisinya dapat dilakukan pemeriksaan visual. Selain itu pemilik kendaraan juga dapat menggoyangkan sambungan bushing dengan bantuan besi pengungkit.

Baca Juga: Tips Mengatasi Mobil Mogok Dan Mengenali Penyebabnya

Apabila karet kaki-kaki mobil atau bushing tersebut sudah mengalami kerusakan, maka harus segera diganti.

Karet bushing untuk beberapa mobil hanya dijual satu paket dengan lower arm nya. Hal ini akan membuat biaya penggantian menjadi lebih mahal.

Pengecekan lower arm akan lebih mudah jika mobil berada diatas car lift.

8. Bushing Trailing Arm

Bushing Trailing Arm

Komponen kaki-kaki mobil yang disebutkan di atas memang terpusat pada roda depan. Lantas bagaimana dengan kaki-kaki mobil roda belakang?

Hal yang bisa dilakukan antara lain memeriksa bantalan dengan cara yang sama seperti roda depan.

Namun selain itu kaki-kaki mobil roda belakang juga memiliki komponen trailing arm yang berfungsi seperti lower arm yang menghubungkan roda pada sasis.

Trailing arm memiliki karet-karet busing yang juga perlu diperiksa. Caranya hampir sama dengan pengecekan ball joint, yaitu dengan menggerakan roda ke atas dan ke bawah.

Jika karet sudah rusak maka akan terasa oblak. Selain itu, pemeriksaan juga dapat dilakukan langsung di lokasi bushing tersebut dengan menggunakan besi pengungkit.